Halaman

Sabtu, 09 Juli 2022

Berlibur ke Kota Ukir, Jepara

Hi sobat!

“Libur tlah tiba…libur tlah tiba…hore…hore…hore.”

Penggalan lagu dari Tasya sering didengar saat musim libur sekolah seperti sekarang.

Anak-anak pun mulai sering menanyakan liburan kemana saja, diisi kegiatan apa. Tidak jauh berbeda dengan liburan tahun-tahun sebelumnya saat pandemi. Lebih banyak di rumah saja dan les-les seperti biasa saat mereka sekolah. 

Mengatasi rasa jenuh dan bosan anak-anak selama liburan, aku mengusulkan untuk short vacation. Short karena memang benar-benar short dalam waktu dan tujuan. Tujuan dekat kota Semarang, waktunya hanya sehari semalam, 21-22 Juni 2022. Aku pilih tujuan Jepara. Alasannya? Karena anak-anak belum pernah ke arah sana. Setelah mendapat persetujuan dari suami, langsung saja aku cari info tentang penginapan, transportasi yang akan digunakan dan tempat wisata.

Ikon Kota Jepara (Kompasiana.com)


Sekilas info mengenai Kota Jepara

Kabupaten Jepara terletak di Pantura Timur Jawa Tengah yang bagian barat dan utaranya dibatasi oleh laut. Asal nama Jepara berasal dari perkataan Ujung Para, Ujung Mara dan Jumpara yang kemudian menjadi Jepara, yang berarti sebuah tempat permukiman para pedagang yang berniaga ke berbagai daerah.

Jepara dikenal sebagai kota ukir, karena terdapat sentra kerajinan ukiran kayu ketenarannya hingga ke luar negeri. Namun sentra perdagangannya terlekat di wilayah Ngabul, Senenan, Tahunan, Pekeng, Kalongan dan Pemuda. Selain itu, Jepara merupakan kota kelahiran pahlawan wanita Indonesia R.A. Kartini.


Berdasarkan pengalaman perjalanan sebelumnya, aku memutuskan menyewa Hi Ace lagi. Selain nyaman, semua barang bawaan dan penumpang masuk semua tanpa ribet dengan bagasi mobil yang kecil. Tapi sayangnya Hi Ace yang kusewa saat ke Jogja sudah full booked, jadi harus mencari alternatif lainnya. Harganya lumayan mahal dibanding sebelumnya. Sewa unit mobil+driver+BBM Rp 1.550.000/hari. Belum termasuk tol, makan dan ongkos menginap driver yang dipatok Rp 150.000/malam.


Baca juga : Sepenggal kisah di Jogja 


Perjalanan menuju Jepara

Sebelum ke Jepara, aku dan suami memutuskan wisata religi terlebih dahulu. Karena start perjalanan pagi hari sekira pukul 6.20, jika langsung menuju Jepara masih terlalu pagi untuk cek in dan tempat wisata seputaran Jepara tidak terlalu banyak. Alhamdulillah niat yang sudah lama pernah terbersit akhirnya kesampaian juga justru tanpa rencana. 

First destination is Demak, Kota Wali. Masjid Demak dan makam Sunan Kalijaga tujuan pertama kami mengenalkan Walisongo ke anak-anak.

Masjid Agung Demak

Setelah makam Sunan Kalijaga kami menuju ke Kudus, Kota Kretek. Kami mengunjungi Menara Kudus dan naik menuju makam Sunan Muria. Hanya saja anak-anak tidak sampai ke Sunan Muria karena jalannya harus ditempuh dengan ojek. Sewa ojek PP Rp 30.000. 

Menara Kudus

Setelah Kudus langsung tancap gas menuju Jepara. Sebelum menuju penginapan, kami makan siang di sekitar pesisir pantai Bandengan. Sayangnya aku lupa namanya karena tidak merekomendasikan. Waktu tunggu makanan matang bisa dua jam! Fiuh! Tapi alhamdulillah rasa makanan lumayan bisa dirasakan, jadi mengobati kekecewaan kami setelah menunggu makanan berjam-jam lamanya.


Menginap dengan fasilitas private beach dan private pool

Setelah keliling-keliling, akhirnya menuju ke penginapan. Menurut info yang kudapat, sekarang banyak penginapan di Jepara yang menawarkan privat beach. Jadi pengunjung pantai tidak banyak dan bisa puas bermain di pantai. Setelah googling beberapa hotel dan villa, aku memutuskan menginap di Coconut Lodge Resort dan memilih villa dengan privat pool, supaya anak-anak puas berenang.

IG: Coconut Lodge Resort

Untuk villa yang kusewa ini dibanderol Rp 2.600.000 dengan fasilitas 2 kamar tidur, swimming pool dan area makan. Karena hotelnya termasuk baru, jadi masih bersih tempatnya. Hanya saja menu breakfast hanya beberapa, seperti nasi goreng untuk menu javanese, kentang, sosis, telur untuk menu western. Dan disiapkan sesuai pesanan, bukan prasmanan. 

Pengalaman menginap di villa lumayan menegangkan. Entah kenapa listrik sering mati di villa kami. Saat dikonfirmasi ke petugas resort katanya baru kali ini terjadi. Padahal aku juga tidak membawa peralatan listrik kecuali charger handphone. Sebagai permintaan maaf, pihak resort memberi kami 2 loyang pizza. Alhamdulillah, rejeki. 

Puas berenang di privat pool

Kolam renang umum untuk semua pengunjung Resort

Selain bermain di pool, kami juga bermain di pantai. Anak-anak puas bermain pasir. Tapi sayang sekali, airnya agak keruh dan kotor. Banyak batu-batu kerikil juga. Jadi saat terinjak kaki cukup menyakitkan dan bisa luka.


Pantai Demeling yang ada di depan Coconut Lodge Resort

Meski hanya menginap semalam tetapi terpuaskan karena anak-anak bisa bermain di pantai dan berenang sepuas mereka sampai waktu cek out villa.

Penutup perjalanan

Setelah cek out, kami menuju ke Museum Kartini sebentar lalu menuju ke pantai Kartini yang khas dengan ikon penyu raksasa. Kami hanya singgah sebentar karena sudah capek. 

Berfoto di depan penyu raksasa


Perjalanan kembali ke Semarang kami mampir makan soto di Kudus. Sampai di Demak, perjalanan agak tersendat selain padat juga jalanan terkena imbas rob, banjir.

Yang penting anak-anak happy dan menikmati perjalanan. Semoga next aku bisa berbagi cerita perjalanan lagi yaaa.

Sampai jumpaaaa, sobat!










Senin, 27 Juni 2022

Yuks Semangat Nge-blog lagi!

 Hi Sobat!

Lamaaa sekali rasanya aku ga update blog. 

“Katanya blogger? Tapi kok males nge-blog?”

Kalimat yang langsung menohok di hati. Tapi ini justru jadi pemacu untuk menyelesaikan tulisan terakhirku yang masih terbengkalai. Dan kemudian justru muncul ide/ide baru untuk tulisan. Terima kasih kuucapkan untuk kakak-kakak di Gandjel Rel yang “memecut” aku lagi untuk update blog. Hehehe. Tema yang diberikan pun pas dengan kondisiku yang suka tiba-tiba males ngeblog atau buntu ide.


Beberapa alasan yang membuatku males nge-blog diantaranya :

1. Kesibukan mengurus anak-anak dengan berbagai kegiatan akhir tahunnya, persiapan pernikahan adikku, bla bla bla alasan lainnya

2. Sibuk dengan kegiatan rumah tangga.

3. Sibuk dengan social media, ini yang sering menyita waktu. Niat hati hanya ingin membuka wa, siapa tahu ada pesan penting yang harus dijawab saat itu, tapi akhirnya jadi berlarut-larut dengan membuka aplikasi lainnya.

Sebenarnya aku sudah punya beberapa draft yang kutulis dengan tema yang berbeda-beda. Tetapi karena kesibukan sehari-hari yang kadang juga tidak jelas, terbengkalai lah draft itu. Mau meneruskan ide yang awalnya mengalir deras kok tiba-tiba menguap. Mencari ide baru belum ketemu juga. Akhirnya aku merasa draft yang sudah kubuat seperti kadaluwarsa dan tidak layak di posting. Mungkin ini salah satu ketidakpercayaan diriku ya?! Atau mood yang suka datang dan pergi tanpa diundang?

Lalu gimana mengatasi mood itu ya?

1. Kupecut semangatku untuk mencoba menulis apa saja yang terlintas saat itu.

2. Ikut lomba blog, menang kalah aku tak peduli. Karena ini sarana aku belajar dan terus menggali ilmu tentang literasi dan trik-trik memenangkan lomba dengan membaca blog para pemenang. Aku terbilang gaptek dan masih harus belajar banyak tentang cara menulis yang menarik juga menghias blog. 

3. Mencari teman yang memiliki semangat tinggi menulis sehingga menularkan semangatnya padaku.

4. Kembali meluruskan niat saat awal nge-blog aku ingin bisa berbagi pengalaman dan menularkan semangat dan ilmu yang kudapat ke generasiku selanjutnya. 


Bagaimanapun aku akan terus berusaha menulis meski harus melawan rasa malas demi sebuah karya yang akan dikenang dan diingat orang lain, terutama anak-anakku. Alangkah senangnya jika hidup ini menjadi manfaat bagi orang lain dan menjadi penebar kebaikan. Aamiin.

Yuk sobat saling menyemangati dalam kebaikan!

Sabtu, 25 Juni 2022

Ampun macetnya mudik lebaran 2022!

 Hi Sobat!

Alhamdulillah Ramadhan 1443H sudah kita lalui. Semoga berkah Ramadhan tak berhenti setelah usai merayakan Idul Fitri. Tadarus AlQuran, solat malam, puasa sunnah, bersedekah tetap dipertahankan hingga dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan dalam keadaan sehat dengan selali berharap limpahan berkah dan rahmat dari Allah Subhanahuwata’ala.

Dua tahun kita tidak merayakan Idul Fitri dengan tradisi silaturahmi secara langsung. Adanya pandemi memaksa kita untuk stay at hom, mengurangi intensitas keluar rumah dan berkerumun. Jadi silaturahmi dilakukan via online. Ada sisi positif dan negatif dari silaturahmi online ini. Sisi positifnya kita bisa “bertemu” dengan sanak saudara dari luar kota, bahkan luar provinsi sekaligus karena jumlah peserta zoom atau Google meeting tak terbatas. Sedangkan sisi negatif pastinya silaturahmi kurang menyentuh di hati, terutama anak-anak generasi milenial dan generasi pandemi yang belum pernah merasakan seninya sungkeman, saling bermaafan, berkumpul saudara yang jarang ditemui yang kelak akan menjadi cerita untuk generasi berikutnya. 

Alhamdulillah program vaksin pemerintah sudah mencapai target dan vaksin booster juga sudah dilakukan, sehingga tahun 2022 ini kita bisa merayakan lebaran bersama orang-orang tersayang. Daaan, apa yang terjadi di mudik lebaran kali ini? Dimana-mana terjadi kemacetan! Sepertinya lebaran tahun ini benar-benar jadi ajang temu kangen antar saudara dan antar teman. Setiap jalan provinsi padat dengan kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua.

Kemacetan yang terjadi saat mudik lebaran

Aku yang biasanya ke Klaten mengunjungi mertua menempuh perjalanan Semarang-Klaten hanya dua jam, saat mudik kemarin 2x lipat! Parahnya lagi, aku lupa membawa bekal nasi putih untuk anak-anak selama di perjalanan. Karena aku berpikirnya pas jam makan siang sudah sampai di tujuan dan biasanya ibu mertua sudah menyiapkan hidangan untuk kami, jadi aku hanya membawa sayur yang dimasak sejak pagi. Suami yang sudah lama tak merasakan macet pun jadi gelisah karena perjalanan yang tak kunjung menemui titik akhir, alias sampai tujuan.

Empat jam perjalanan bagiku yang membawa empat orang anak terasa sangat membosankan. Tapi saat menyadari bahwa suasana seperti ini yang kami nantikan sejak dua tahun yang lalu serta membayangkan serunya berkumpul bersama saudara dan keponakan membuatku semangat lagi untuk membuat suasana kembali ceria. Alasan kami memilih Kartasura dibanding Jatinom karena jalannya lebih lebar dan bayangan kami tidak sebanyak itu volume mobil dan motor yang ada. Selain pasrah dan banyak berdoa, aku mencoba segala cara supaya anak-anak tidak mengganggu selama masih terjebak macet, untuk menjaga stabilitas emosi suami yang menyetir. Hehehe. Alhamdulillah lampu merah yang menjadi biang kerok kemacetan daerah Kartasura terlewati. Dan sampai di rumah mertua dengan selamat. 

Akhirnya bisa berkumpul setelah menerjang kemacetan

Minggu, 10 April 2022

Tips packing persiapan mudik keluarga besar

 Hai Sobat!

Siapa nih yang sudah tak sabar ingin segera mudik? Bertemu orang tua/sanak saudara/handai taulan setelah dua tahun tidak diperbolehkan mudik saat Lebaran. Meski sudah diperbolehkan, jangan lupa prokes tetap dijalankan ya. Dan bagi yang belum vaksin booster, bisa segera vaksin supaya saat mudik tidak harus swab atau pcr dahulu. Ga sulit kan syarat untuk mudik?

Nah, untuk keluarga dengan anggota lebih dari tiga orang pasti H-5 sudah prepare berbagai kebutuhan untuk mudik. Entah itu pakaian, mainan anak-anak, obat-obatan maupun oleh-oleh. Sering ya kita lihat di terminal, stasiun atau bandara, para pemudik kebanyakan membawa beberapa dus untuk oleh-oleh keluarga. Tidak hanya 1-2 dus tapi bisa berdus-dus! 

Ilustrasi mudik (pic.internet)


Sabtu, 05 Maret 2022

Marhaban Ya Ramadhan, 2022

 Hai Sobat!

Tak terasa sudah memasuki bulan Sya’ban yang artinya sebentar lagi Ramadhan. Sudahkah kita lunas hutang puasa tahun lalu? Segera ya sobat hutangnya dilunasin supaya ga numpuk. Yang sudah lunas bolehlah ya pemanasan dengan puasa sunnah supaya ga kaget saat memasuki Ramadhan. Tahun ini adalah tahun ketiga pandemi. Semoga lebaran tahun ini dalam kondisi yang lebih baik dan kita bisa merasakan lagi silaturahmi yang sebenarnya dengan sanak saudara. Bukan silaturahmi virtual seperti tahun-tahun sebelumnya.

wenylia.blogspot.com

Di bulan Ramadhan, setiap keluarga pasti memiliki kebiasaan masing-masing. Ada keluarga yang mewajibkan sahur dan berbuka bersama di rumah hingga Solat Tarawih berjamaah, ada yang memiliki jadwal buka bersama diluar bersama rekan atau kerabat dan ada juga yang berbagi bersama di panti asuhan selama bulan Ramadhan. Semua kegiatan semata-mata dilakukan untuk mendapat berkah, rahmat dan pahala yang berlipat dari Allah SWT. 

Bagiku, ibu dengan 4 orang anak yang usianya variatif, 11 tahun, 9 tahun, 4 tahun dan 20 bulan pastinya Ramadhan disambut meriah. Untuk anak pertama dan kedua sudah terbiasa puasa sehari full sejak usia 4 tahun. Anak ketiga dan keempat, laki-laki, aktif sekali, semoga bisa mulai diajarkan berpuasa. Biasanya saat proses belajar, start puasa setelah adzan subuh sampai jam 9 pagi berbuka. Lanjut puasa lagi sampai jam 12 siang. Setelah buka, lanjut puasa lagi sampai jam 3. Dan lanjut puasa lagi setelah makan sampai waktunya berbuka bersama. Jadwal seperti ini dicoba selama seminggu. Jika sekiranya sudah penyesuaian, minggu berikutnya dicoba puasa mulai dari  adzan subuh sampai jam 12 (puasa bedug) selama seminggu lagi. Jika memungkinkan minggu ketiga sampai akhir Ramadhan sudah bisa full puasa sehari. Alhamdulillah anak-anak semangat belajar puasa dan patuh dengan jadwal yang dibuat. 

“Yang penting tugas orangtua terus support anak supaya tetap semangat belajar berpuasa. Jika mulai kendor, ceritakan kisah orang-orang terdahulu maupun perjuangan mereka yang kurang beruntung, demi sesuap nasi harus bekerja keras dalam keadaan perut yang lapar serta dahaga. Insyaallah anak bisa memahami apa yang kita sampaikan. Reward juga bisa diberikan jika anak  berhasil menyelesaikan puasa full sebulan.”

Selasa, 01 Maret 2022

ASUS Zenbook 14X OLED, impianku

Hai Sobat!

Pandemi masih berlangsung, meski tidak seekstrem tahun sebelumnya yang mewajibkan pekerja kantoran WFH (Work From Home), anak sekolah PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan adanya PPKM (Program Pembatasan Kegiatan Masyarakat) hingga level 4. Beberapa kantor dan sekolah masih memberlakukan WFH dan PJJ atau PTM (Pertemuan Tatap Muka) 50% karena pertimbangan angka kenaikan covid yang cukup tinggi, tetapi ada juga yang tetap masuk seperti tidak terjadi apa-apa. Dan apapun yang kita putuskan, sebaiknya tetap harus waspada, memakai masker, sering mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas jika tidak mendesak. 

Aku sebagai ibu rumah tangga dengan 4 orang anak aktif, dimana 2 anak sudah usia SD (Sekolah Dasar) dengan kegiatan yang cukup padat, mulai dari sekolah, les melukis, les piano, les Inggris sampai mengaji. Kebayang gak sih kalau semua harus dilakukan di rumah? Pakai handphone pasti jebol karena panas. Solusinya harus pakai laptop. Kegiatanku pun sering memakai laptop. Meski ibu rumah tangga, aku masih memiliki lembaga pendidikan yang aktif di daerah Bekasi. Input data siswa, keuangan, menulis blog, update YouTube. Semua data aku input ke laptop. 

Pernah suatu kali saat anakku harus zoom, laptop yang dipakai milikku tiba-tiba mati. Laptop suamiku sedang proses perbaikan, akhirnya zoom dengan handphone. Tapi lama kelamaan baterai handphone drop dan harus sering charge saat digunakan. Hmmm…kupikir berbahaya juga kalau terlalu sering seperti ini. Aku pun terpaksa update postingan, laporan keuangan menggunakan handphone.


Saat situasi seperti ini, salah satu teman blogger memberiku angin segar. Aku akhirnya menemukan laptop yang sesuai untukku, ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400). Bodinya yang memiliki ketebalan 16,9mm dan berat hanya 1,4kg membuatnya tampak imut dan ringan.
 Cocok jika kubawa kemanapun. 

ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) tampak seperti laptop 13 inci, meski sebenarnya 14 inci, berkat teknologi NanoEdge Display yang membuat bezel layar sangat tipis. Sehingga nampak desainnya yang ringan, ringkas dan tangguh.



ASUS 14X OLED (UX5400) ini tidak hanya dapat dibuka 180°, tetapi juga bisa mengangkat bodi utamanya. Ini membuat posisi mengetik lebih nyaman. 


Lebih menariknya lagi, Zenbook 14X OLED (UX5400) ini adalah layarnya OLED 2.8K yang menjamin kecerahan dan kenyamanan mata. Aku sering merasakan pusing jika terlalu lama di depan laptop atau gadget, tetapi hal ini tidak terjadi di laptop keluaran terbaru ASUS ini. Adanya fitur touchscreen atau layar sentuh membuat navigasi pun menjadi sangat  mudah.


Keunggulan Zenbook 14X OLED (UX5400) yang sudah ku jabarkan diantaranya desain ringkas, ringan dan tangguh sehingga mudah dibawa, touchscreen dan nyaman di mata. Ternyata segitu saja ga cukup. Masih ada lagi nih kelebihannya yang membuatku semakin produktif, konektivitasnya lengkap yang memungkinkan berbagai perangkat tambahan dihubungkan sehingga menjamin laptop tetap terhubung ke jaringan komputer internet dengan mudah.

Laptop modern ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) sudah diperkuat oleh prosesor Intel® Core™ generasi ke-11 terbaru dan juga Intel® Iris® Xแต‰ graphics.

Dukungan hardware diatas membuat kebutuhan komputasi sehari-hari lebih powerful untuk multitasking, terlebih lagi memori berkapasitas 16GB semakin menggenjot performa Zenbook 14X OLED (UX5400) ini.

Zenbook 14X OLED  (UX5400) dibekali dengan baterai berkapasitas lebih besar dibanding pendahulunya, yaitu 63WHr. Ditambah fitur fast charging dengan kemampuan pengisian hingga 50% dalam 30 menit semakin membuat Zenbook 14X OLED (UX5400) ini dapat diandalkan untuk gaya hidup modern.

Spesifikasi Zenbook 14X OLED (UX5400)


Tambah jatuh hati sama Zenbook 14X OLED (UX5400) ini. Kamu gimana? Yakin ga tertarik? Yuk ach cuzz ikutan Writing Competition

Artikel ini diikutsertakan dalam ASUS Zenbook 14X OLED (UX5400) Writing Competition bersama bairuindra.com”


Senin, 28 Februari 2022

Ceritaku bersama Pond’s Triple Glow Serum dan Triple Glow Serum Mask

Hai Sobat!

Bulan Februari, usia bertambah, masa kontrak di dunia berkurang. Hiks! Saatnya instrospeksi diri apakah ibadahku sudah benar, apakah perilakuku tidak menyakiti orang lain, bermanfaatkah hidupku untuk agama dan lingkunganku? Astaghfirullah, banyak sekali yang harus kuperbaiki. Semoga Allah mengampuni dosa-dosaku. Aamiin.Bkt

Instrospeksi diri sudah. Saatnya instrospeksi tubuh nih, terutama wajah. Memasuki usia kepala 4 (ups!ketahuan deh) pasti mulai muncul garis-garis keriput, flek-flek hitam, kantong mata di wajah. Ga mau kan suami ngelirik yang lain gara-gara wajah istri di rumah kusam, keriput, ga glowing…BIG NO! Hempaskan semua permasalahan wajah. Aku sejak dulu, tepatnya sejak duduk di bangku Sekolah Atas Pertama (SMA) sudah cocok menggunakan produk Pond’s, karena cocok dengan kulit wajahku yang sensitif. Tapi masih sebatas memakai pembersih wajah (facial foam) saja. 

Pilihan untuk kulit wajahku

Kulit wajahku tipe kombinasi berminyak. Di usia aktif sekolah, pastinya banyak aktivitas dan sering memicu munculnya jerawat. Tapi alhamdulillah aku paling jarang berjerawat. Seringnya muncul justru di tempat yang tidak terlihat, seperti dekat telinga, pelipis. Jadi aku memakai Pond’s Clear Solution. Beranjak kuliah sempat berganti ke Pond’s White Beauty yang disinyalir mampu mengontrol minyak berlebih dan mencerahkan warna kulit supaya terlihat berseri. Cukup lama aku memakai produk satu ini karena kata teman kosku dulu wajahku jadi kelihatan lebih cerah, walaupun setiap hari naik motor.

Ssst, ada yang glowing!

Mau donk punya kulit wajah cerah, halus, lembap dan glowing seperti Wendy RED VELVET. Ternyata rahasianya ada di Serum! Masker serum rahasia kulit glowing yang dipakai Wendy ini salah satu produk baru Pond’s yang dilengkapi dengan konsentrat brightening yang menggabungkan 3 kekuatan skincare terbaik untuk pancarkan triple action glow, yaitu POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum dan POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum Mask 


Apa aja sih 3 kekuatan terbaiknya itu?

Nih ya kujelasin:

1. Gluta-Boos-C, mengandung glutathione, antioksidan yang mampu bekerja 60 kali lebih efektif dari vitamin C, bermanfaat untuk mencerahkan.

2. Vitamin B3+ untuk melembutkan karena pori tersamarkan sehingga wajah tampak mulus.

3. Hyaluronic Acid menyerap ke setiap lapisan epidermis kulit untuk melembapkan wajah dan tampak berkilau.

POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum dan POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum Mask 

Selain manfaatnya yang mampu membuat wajahku tampak lebih cerah, dapatkan produknya pun ga sulit. Di Indomaret juga tersedia kok Triple Glow Serum ini. Terutama kemasan sachet yang lebih praktis dan ekonomis. Kenapa sih Pond’s mengeluarkan produk dengan kemasan sachet? Inilah yang aku suka, karena kita bisa pakai kemasan sachet ini untuk trial. Jika cocok dengan kulit wajahku yang sensitif, bisa lanjut menggunakan kemasan botol. Harga Pond’s Bright Beauty Triple Glow 7,5 gram Rp 18.000dan Triple Glow Mask Serum 20 gram Rp 19.000. 


POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum Mask 

Saking penasaran, aku membeli dua produk serum pencerah wajah dengan kemasan sachet untuk kucoba lebih dulu. Sambil bersantai menjelang sore hari aku pakai sheet mask-nya. Begitu kemasan kubuka, aroma softnya kusuka, teksturnya ringan, tidak lengket, cepat meresap agak kental dibanding sheet mask pada umumnya, namun ketika diaplikasikan ke wajah jadi melted sehingga mudah banget diratakan di kulit dan mudah meresap sehingga wajah langsung lembap, sehat dan terasa kenyal.

Menikmati santai sore sambil memakai masker dari Pond’s Triple Glow Mask Serum


POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum

Setelah memakai sheet mask-nya, malam hari kucoba serumnya. Ga berminyak di wajahku. Cara pakainya mudah lagi. Ratakan 2-3 tetes POND'S Bright Beauty Triple Glow Serum di wajah kemudian tepuk perlahan untuk membantu menyerap ke kulit. Karena aku beli kemasan sachet dan sepertinya kulit wajahku cocok jadi segera beralih ke kemasan botol supaya lebih awet dan irit. 



Oke deh sobat. Sekian dulu ceritaku bersama Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum dan Pond’s Bright Beauty Triple Glow Serum Mask. Sobat mau coba juga? Yuks kita glowing bareng seperti Wendy RED VELVET ๐Ÿ˜Š.