Jumat, 20 Agustus 2021

Roti Jadoel dengan rasa yang tetap terkini di Toasty Deli


Hai sobat!

Pandemi masih berlangsung dan PPKM terus diperpanjang. Bosan? Pastilah! Tapi demi kebaikan bersama, mau ga mau kita wajib patuh untuk memutus rantai penyebaran covid-19 ini. Pageblug yang terjadi di Indonesia bulan Juni-Juli 2021 kemarin membuat Jawa Tengah, khususnya Semarang, masuk zona hitam yang artinya angka penderita sangat tinggi, begitupun dengan angka kematian. Benar-benar bulan yang suram setelah Idul Fitri. Wacana pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan tahun ajaran baru pun ikut tertunda dan diperpanjang satu semester lagi. Idul Adha tahun 2021 ini menjadi tahun penuh duka bagi keluarga yang kehilangan anggota keluarga lain. Alhamdulillah sejak pemerintah menetapkan PPKM level 4, angka covid terus melandai. Tenda-tenda darurat mulai dibongkar dan sudah jarang terdengar suara sirine ambulans atau berita duka cita melalui WhatsApp maupun pengeras suara di masjid-masjid. Angka keterisian ICU dan tempat tidur juga terus berkurang hingga tersisa 30% saja. Semoga segera berlalu pandemi ini dan berganti musim cerah. Aamiin.

Ach…udah ya bahas masalah covid ini…serem kalau ingat yang kemarin. 

Sekarang aku mau berbagi cerita nih buat para pecinta manis-manis, khususnya warga Semarang. Pasti ga asing donk sama roti Gandjelrel yang bahan dasarnya gula merah atau aren, kayu manis dan wijen ini. Nah, aku coba nih salah satu toko roti baru di Semarang, namanya Toasty Deli.

Gandjelrel cocok untuk cemilan sore bersama teh
(Doc.pribadi)

Review sedikit mengenai asal usul roti Gandjelrel ini ya…

Awal mulanya berasal dari roti Belanda yang disebut ontbijtkoek atau roti rempah Belanda. Lalu bahan dasar roti ini dimodifikasi supaya tidak terlalu mahal dan lebih bercita rasa dengan rempah-rempah yang berasal dari Indonesia, seperti kapulaga dan kayu manis. Tekstur roti Gandjelrel         biasanya agak keras dan rasanya manis. Tapiii di Toasty Deli ini teksturnya dibuat soft dan kabar gembiranya lagi kadar kolestrol di tiap irisannya adalah 0! Wow! Buat aku yang kadar kolestrol sudah di ambang batas normal ga takut kalau mau ngemil Gandjelrel ini sambil ngopi atau ngeteh. Anak-anak pun suka karena rotinya lembut dan krenyes-krenyes saat gigit wijennya yang melimpah itu.

Gandjelrel dengan wijen melimpah 
(Doc.ig Toasty Deli)

Disini kita bisa pesan ukuran roti sesuai kebutuhan. Selain roti Gandjelrel juga ada roti manis lainnya yang rasanya ga kalah enak. Anakku umur 1 tahun doyan banget bagelennya. Satu potong habis! Eh ada lagi nih yang enak, roti sisir! Paduan roti yang lembut dengan menteganya berhasil membuatku terbang melayang teringat jaman dulu suka makan roti itu untuk bekal ke sekolah. Dijamin kenyang walaupun makan 1 sisir saja.

Selain Gandjel rel juga ada Bagelen dan roti manis lain
(Doc.pribadi)

Untuk harga sangat terjangkau sekali. Soft Gandjelrel yang jadi idola ini Rp 35.000, Bagelen favorit semua Rp 25.000, roti-roti mulai dari Rp 5.000. Varian rasa ada sekitar dua puluhan rasa. So, bakal jadi alternatif cemilan next nih. Teman PPKM di rumah saja ๐Ÿ˜Š. 

Gandjelrel dari Toasty Deli jadi alternatif cemilan sore hari
(Doc.pribadi)

Mau beli langsung tapi takut? Ga perlu khawatir…kita bisa loh pesan via WhatsApp maupun ojek online. Pakai Shopee pun juga bisa dengan pengiriman same day. Kurang apa lagi coba? Yuk ach buruan yang ngiler juga bisa langsung hubungi nomer di bawah ini ya๐Ÿ‘‡๐Ÿผ…


Toasty Deli Cake & Bakery


Jl.Padma Boulevard, Tambakharjo, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang

Telepon: 0878-7111-1044


Buka Senin-Sabtu Pukul 07.00-19.00 WIB


Kamis, 12 Agustus 2021

Trip dan tips Travelling masa pandemi

Hi sobat!

Sebenernya aku post khusus perjalanan ke Bromo di blog lain, tapi karena kesalahan teknis jadi ga bisa dibuka. Aku gabung aja disini... jadi jangan bosen ya bacanya, karena agak panjaaaang ceritanya.

Mau sharing cerita liburan singkatku menutup bulan Maret 2021 kemarin. Suamiku tipe orang yang ga suka piknik. Tapi entah dapat wangsit apa tiba-tiba suami mengajakku dan anak-anak ke Bromo. Ga pakai lama langsung aku eksekusi, sebelum pak bos berubah pikiran๐Ÿ˜. Setiap ajak anak-anak travelling aku pasti ambil di hari biasa (weekday) supaya ga terlalu ramai. Apalagi disaat pandemi seperti sekarang. Kali ini aku ambil waktu sebelum long weekend 3 hari (Peringatan Wafat Isa Almasih). Kami menginap 3 hari 2 malam, di Bromo Camp House dan Baobab Resort. Peserta kali ini yaitu suami, ibuku (69th), 2 orang adikku (24th dan 18th), 4 orang anakku (10th, 8th, 3th, 8bln) dan aku pastinya. 

Rombongan peserta Bromo minus ibu (doc.pribadi)

Yuk cusss kita mulai perjalanannya ๐Ÿ˜Š

Malam pertama kami langsung cek in di Bromo Camp House. Karena sampai disana pas adzan Maghrib jadi kami istirahat sebentar dan lanjut dinner di Lava Hills, dekat tempat kami menginap. Oia, perjalanan Semarang-Bromo sekitar 5 jam, berhenti sebentar di pom bensin untuk makan siang dan mampir toilet. Pemandangan di Resto Lava Hills sangat indah, kebetulan juga sepi sekali, cuma ada aku sekeluarga jadi kami merasa nyaman, bahkan bisa menikmati moonrise dengan jelas. Hanya aku yang ga maksimal menikmati indah dan sejuknya suasana karena sejak berangkat maag dan migrainku kambuh, jadi agak mengganggu juga๐Ÿ˜”. Alhamdulillah terbantu obat yang kubawa dari rumah. Setelah dinner kami kembali ke penginapan dan istirahat supaya bisa bangun sebelum subuh untuk menikmati sunrise di penanjakan.

Doc. Lacita

SUNRISE

Jam 3.15 kami dibangunkan sopir jeep yang sudah disewa dari penginapan. Jam 4 kami naik. Perjalanan sekitar 45 menit sampai di parkiran jeep dan lanjut naik kuda kurang lebih 20 menit, baru kami sampai di penanjakan dan menikmati sunrise. 

Debay ikut naik kuda, seruuu nangisnya ๐Ÿ˜Š (doc.pribadi)

Serunya naik kuda ajak balita dan bayi itu proses bujuknya yang lamaaaa sekaliii. Si mas yang ketakutan naik kuda mau ga mau ikut juga karena kalau jalan kaki lumayan jauh, sekitar 2,5 km, naik lagi jalannya (namanya juga penanjakan ya gaes jadi ya nanjak banget jalannya). Parahnya lagi, si mas ga bawa sandal atau sepatu gara-gara aku prepare dianya udah kabur duluan ke mobil. Pas di dalam jeep baru nyadar kalau ga pakai alas kaki, masih untung pakai kaos kaki jadi ga kedinginan ๐Ÿ˜†. Suhu waktu subuh sekitar 10°C. Jadi kami pakai baju rangkap 3! celana double, kaos kaki, sepatu, sarung tangan, penutup kepala dan telinga juga yang pasti masker tak boleh ketinggalan. Sampai di puncak sekitar jam 5, pas matahari mulai intip intip mau muncul. 

Detik detik Sunrise (doc.pribadi)

Karena aku ga mau anak anak masuk angin, jadi aku buatkan mereka sereal sambil menikmati sunrise di puncak. Oia, peraturan sekarang saat pandemi, pengunjung usia >60 tahun dilarang ikut naik dan pembelian tiket secara online dengan menyertakan surat sehat yang masih berlaku. Karena aku pesan tiket langsung satu paket dengan penginapan jadi tidak perlu surat sehat.

Siapa yang ga mau sarapan dengan pemandangan seperti ini? (Doc.pribadi)

Untuk rincian penginapan sampai puncak Bromo kira kira rinciannya sebagai berikut:

2 family room@600 = Rp 1.200.000
2 private jeep @550 = Rp 1.100.000
Tiket = 5 org @40rb = Rp   200.000
Total                         = Rp 2.500.000

Note: Tarif weekdays

Alhamdulillah anak anak semua kooperatif. Yang tadinya aku pikir mereka bakal mabok selama perjalanan dari penginapan sampai puncak, ternyata aman saja. Masyaallah antusiasnya mereka mau lihat kebesaran Allah buatku merinding. Mungkin dulu waktu aku seumur mereka juga seperti itu kali ya...

Debay menikmati perjalanan di dalam mobil jeep (doc.pribadi)

Setelah puas dan kenyang menikmati sunrise, kami diajak melewati Padang pasir berbisik menuju ke Bukit Teletubies. Disinilah aku terpesona melihat satu sisi Padang pasir lalu kemudian Padang rumput yang subur sekali. Padang ini ada di satu lokasi, bukan di tempat yang berbeda loh. Masyaallah, sungguh kuasa Allah tidak ada yang bisa menandingi. Beruntung sopir jeep yang kami tumpangi berkenan menjelaskan keajaiban gunung ini dan adat istiadat yang berlaku disana. Jadi Padang rumput yang subur itu berasal dari asap belerang yang tertiup angin menuju ke gunung di sebaliknya. Jadi nampak dari kejauhan pasir bersebelahan dengan rumput hijau. Untuk Bukit Teletubies sendiri disebut demikian karena konon katanya mirip dengan bukit tempat tinggal Teletubies di serial TV anak anak. Satu lagi yang buat aku terpana, kabut yang turun saat aku berada di Bukit Teletubies menyertakan gerimis kecil yang katanya efek dari kabut tersebut. Bukan karena hujan. Tapi saat kabut itu turun, aku lihat di sebaliknya, yaitu di kawah Bromo nampak cerah. Masyaallah.

 
Di Bukit Teletubies saat kabut turun (doc.pribadi)

Ga terlalu lama di Bukit Teletubies, karena ternyata walaupun weekday tetap ramai wisatawan. Jadi setelah foto-foto kami putuskan lanjut perjalanan ke Padang Pasir Berbisik yang tidak jauh dari Bukit Teletubies. Oia, saat curah hujan tinggi, air hujan di sekitar gunung cepat sekali surut karena terserap pasir.

Padang Pasir Berbisik (doc.pribadi)

Sekitar jam 9 kami kembali ke penginapan dengan perut lapar tapi puas dan bahagia akhirnya bisa mengajak anak anak naik Gunung Bromo. Proud of them, mereka sangat kooperatif dan bisa saling bekerjasama karena aku masih agak kambuh migrainnyaSesampainya di penginapan kami disambut ibu yang memang ga boleh ikut naik karena faktor usia dan kesehatan juga. Setelah mandi dan packing kami check out dan lanjut perjalanan ke Taman Safari Prigen

Next trip to Taman Safari Prigen

Taman Safari Prigen (TSP) yang merupakan Taman Safari II dengan wilayah yang lebih luas daripada Taman Safari I di Bogor, sekitar 400 ha luasnya. Terletak di Desa Jatiarjo, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur dan berada di kaki Gunung Arjuno, TSP jadi tujuan wisata populer sejak resmi dibuka pada tahun 1997. 

(Doc.Wikipedia)

Perjalanan Bromo ke TSP sekitar 1,5jam. Kami mampir makan di salah satu resto Sunda di sekitar Pasuruan. Setelah dirasa cukup kami lanjut perjalanan sampai di lokasi TSP. Sesampainya di TSP langsung ambil jalur Baobab Resort. Sambil proses check in, anak anak excited sejak masuk lobi karena langsung bisa lihat rusa dan jerapah. Salah satu icon Taman Safari. Untuk feeding jerapah kita bisa membeli tiket di resepsionis hotel dengan membayar Rp 100.000 dan digunakan maksimal 5 orang.

Feeding Girrafe (doc.pribadi)

Lobi hotel terletak di satu lantai dengan restoran dan swimming pool. Setelah proses check in dan dapat kamar, kami naik di lantai 4 (lobi ada di lantai 3 jadi cukup naik 1 lantai saja). Musim pandemi seperti sekarang buatku berpikir berkali kali jika harus naik lift berbagi dengan orang lain. Jadi demi amannya saat ramai aku memilih naik lewat tangga, sekaligus untuk olahraga. 

Setelah cek kamar ternyata tidak memungkinkan 5 orang dewasa dan 3 orang anak jadi satu kamar, maka kami putuskan menambah 1 kamar lagi plus tiket masuk TSP. Alhamdulillah depan kamar persis  kosong dan bisa langsung dipesan saat itu juga. Rincian untuk kamar yang ku sewa sebagai berikut:

Tipe Kamar  : 01 Premium Safari View 

Room Rate   : Rp 1.400.000 Nett/room/night ( Include Breakfast dan Tiket TSI 2 pax )

Untuk tambahan kamar include tiket masuk 2 orang dengan pemandangan gunung (Premium Hill View) selisih Rp 200.000, jadi rinciannya adalah sebagai berikut: 

Tipe Kamar  : 01 Premium Hill View 

Room Rate   : Rp 1.200.000 Nett/room/night ( Include Breakfast dan Tiket TSI 2 pax ) 

Kamar ini bedanya menghadap ke gunung. Lebih adem viewnya dibanding view safari yang hanya nampak jerapah dari kejauhan. Hehehe. 

Oia, sebelum masuk Baobab Resort kami melewati tenda yang ternyata sedang ada pertunjukan sirkus. Udah kebayang kan pas sampai resort anak-anak heboh nonton sirkus. Akhirnya, suami, adik-adikku dan 3 anakku ke pertunjukan sirkus yang kebetulan mulai jam 5 sore. Sedangkan aku, ibu dan baby tinggal di resort, prepare masak mie bakso yang dibawa dari Semarang (niat banget serasa mau kemah๐Ÿ˜„). Qadarullah hujan deras, alhamdulillah pertunjukan sirkus indoor jadi ga terlalu khawatir. Anak-anak justru seneng kalau hujan ada kesempatan hujan hujanan. Hahaha.

Kok bisa melayang ya? (doc.pribadi)

Keesokan harinya setelah breakfast dan cek out sekalian, kami bersiap keliling Taman Safari melihat hewan hewan sambil feeding (beri makan) hewan. Tapi sayang kami ga beli wortel jadi ga ada kesempatan kasih makan hewan. Kurang lebih 1 jam berkeliling lalu parkir mobil untuk lanjut melihat pertunjukan. Tapiiii, semua jadwal terlambat karena medan jalannya terlalu menanjak untuk kami yang rempong bawa bayi, batita kelaparan ๐Ÿ˜„. Alhamdulillah anak-anak sudah pernah lihat pertunjukan di Taman Safari Bogor jadi ga terlalu kecewa. 

Foto bersama burung (doc.pribadi)

Pulaaaang

Alhamdulillah rasa capek terbayar saat melihat anak-anak bahagia. Saatnya kembali ke realita, let's go home to Semarang... Mobil yang sudah penuh karena aku bawa segala macam peralatan MPASI juga membuatku ga bisa tambah lagi beli oleh-oleh. Lagipula kupikir siapa yang mau dikasih oleh-oleh ya. Hihihi... 

Begitulah perjalananku bersama keluarga kecil yang mulai membesar karena mobil penuh sesak dan butuh sewa HIACE atau minibus untuk trip selanjutnya. Hehehe.

Sampai jumpa di perjalanan berikutnya yaaa... Terima kasih sudah berkunjung๐Ÿ’—.



Rabu, 21 April 2021

Cara Mencari Penghasilan Tambahan


Aku seorang Ibu Rumah Tangga dengan 4 orang anak usia aktif sekolah, balita dan bayi. Tentu banyak sekali kebutuhan yang masih harus dipenuhi. Alhamdulillah suami bekerja sebagai wiraswasta di salah satu daerah di Jawa Tengah yang saat ini usahanya masih dalam proses pengembangan. Sebelum hijrah ke Jawa Tengah, aku tinggal di Jawa Barat dan memiliki usaha pendidikan yang mana saat ini terdampak pandemi, tempat kursus sepi sekali. Aku harus memutar otak untuk menghasilkan sendiri sebagai tambahan, mengingat ibuku yang sedang sakit, membutuhkan biaya yang cukup besar untuk persiapan operasi. Meski suami sanggup mencukupi kebutuhan sehari hari, aku tetap merasa harus memiliki usaha sendiri supaya tidak menambah beban suami.

Anakku pun ikut jualan beras (doc.pribadi)

Sejak kuliah di tahun 2000, aku sudah hobi berdagang. Selama 3,5 tahun tinggal di Kota Gudeg, aku berjualan pakaian yang aku tawarkan ke teman kos dan teman kampus. Barang aku ambil dari Semarang, kota kelahiran dan asalku. Setiap pulang ke Semarang, aku pasti langsung ambil dagangan. Sistem yang kupakai adalah retur. Jadi jika baju yang aku bawa tidak laku bisa ditukar dengan model baru lain. Alhamdulillah hasilku berjualan bisa menambah uang saku dan meringankan beban orangtuaku. Percaya tidak percaya aku bisa menabung sampai 4juta dari hasil penjualanku. Nominal yang cukup besar di tahun 2004. Lulus kuliah aku langsung bekerja di salah satu perusahaan farmasi di Semarang. Selama bekerja aku masih mencari tambahan penghasilan dengan mengikuti Wedding organizer dan juga berjualan catering ke kantor-kantor. Bahkan setelah menikah dan memiliki anak aku masih berjualan juga di sekolah anakku dan tetangga kompleks. Memang aku senang menjalani bisnis berjualan ini. Bahkan aku mengajari anakku berdagang sejak dini. Anak-anak belajar menjual alat-alat tulis unik dan lucu ke teman-temannya. Dari hasil penjualan aku sarankan mereka ditabung dan sebagian disedekahkan supaya mereka juga mengenal berbagi dengan sesama yang membutuhkan. Jika ada bazar, aku ikut sertakan anak-anak berjualan untuk mereka belajar menawarkan dan berhitung juga. Mereka menikmati proses pembelajaran tersebut.

Semasa pandemi memang berat untuk usahaku di bidang pendidikan yang sudah aku rintis sejak tahun 2008 silam. Karena itu, aku kembali ingin berjualan. Aku pikir saat ini belanja kebutuhan sehari-hari lebih penting karena kita disarankan untuk stay at home. Dari teman sesama blogger aku memperoleh informasi bahwa sekarang ada Aplikasi Super yang mempermudah kita jika ingin menjadi agen maupun membuka toko kelontong. Bahkan proses kelola barang dan manajemen pun ikut dibantu sehingga menjadi lebih mudah dan efisien. Belanja menjadi Super Mudah, Super Bohay dengan menjadi Super Agen. Wah, sudah ada di angan-anganku aplikasi ini segera aku gunakan jika sudah masuk ke Kota Semarang. Karena aku lihat testimoni Aplikasi Super seorang ibu rumah tangga yang berhasil mengembalikan uang yang hilang karena tertipu arisan online, bahkan mendapat lebih dari hasil usahanya menggunakan aplikasi tersebut. Mudah-mudahan segera rilis aplikasi ini di kotaku.

Salah satu keuntungan Aplikasi Super (doc.instagram)

Jadi selama menanti, aku mencoba tes pasar dulu untuk persiapan jika sudah launching di kotaku. Tertarik juga? Kuy buruan cek ig dan linknya aplikasi super ini ๐Ÿ˜Š. 


Blog ini diikutsertakan dalam lomba Kontes Blog #SuperBercerita yang diperpanjang sampai 3 Mei 2021. Info lebih lanjut cek ke :

https://www.instagram.com/p/CLy31V1FdJG/?igshid=1bq9nwp065ckl

Selasa, 09 Februari 2021

Ulang Tahun Ketiga belas

CERPEN


“Ngapain sih anak anak ikut segala?”

“Emang kita mau pergi ke mall atau dinner di restoran sih? Orang mau cek ke dokter kok rombongan 3 anak diajak semua!” 

Suara tak mengenakkan itu datang dari suamiku. Memang dia paling ga suka kalau pergi dengan anak anak, apalagi tujuannya bukan untuk acara keluarga. Padahal maksud aku ajak anak anak karena hari ini adalah Hari Jadi Pernikahan kami ketiga belas. Karena pandemi ini aku ga berani ajak anak anak makan diluar, karena itu cukup drive thru apa saja yang searah jalan pulang setelah kontrol kandungan, sekedar formalitas merayakan hari jadi kami saja. Tak perlu yang berlebihan karena kondisi yang serba dibatasi oleh pemerintah untuk menekan penyebaran virus covid-19.

Sejak pandemi, hampir satu tahun kami jarang keluar makan atau ngemall. Kalau kangen pengen makan sesuatu cukup order via gofood. Makanan datang disteril dulu supaya aman. Mungkin kita sebagai orangtua masih bisa menahan keinginan untuk keluar rumah karena saat anak anak stay di rumah, waktu 24 jam pasti terasa kurang. Tapi bagaimana dengan anak anak yang biasa sekolah, bertemu teman, guru dan memiliki kegiatan lain? Pastinya lama kelamaan jenuh! Karena itu, aku ingin ajak anak anak ikut cek kandungan ke dokter, walaupun mereka hanya di mobil saja dan tetap dengan protokol kesehatan, pakai masker. 

“Bun, kakak pengen ikut...”rengek anak sulungku sambil berkaca kaca, diikuti adiknya yang juga sudah siap menangis. Aku yang sedang hamil tua ini jadi pengen ikutan nangis juga lihat anak anak yang sebenarnya diajak di mobil saja juga sudah bahagia. Tapi dengar ayahnya terang terangan melarang mereka ikut jadi kacau semua rencanaku dan emosiku mulai diuji. 

“Memang kenapa mereka ga boleh ikut?”

“Apa salah kalau anak anak nunggu di mobil aja? Mereka cuman pengen lihat suasana dan hawa luar aja kok sebentar. Ga nuntut ngajak ngemall atau makan diluar juga.” nafasku mulai ga beraturan karena emosi. Yang ada di otakku cuma gimana caranya mereka tetap bisa ikut walaupun ayahnya kekeuh melarang. 

Jawaban apa yang dilontarkan suamiku tidak kugubris, seperti angin lalu, sambil aku giring anak anakku masuk ke mobil lewat pintu belakang mobil dan wanti wanti mereka untuk ga berisik juga ga berantem selama di jalan supaya ayahnya ga marah. 

Setelah anak anak aman di mobil, aku dengar suamiku mengancam kalau dia ga mau antar ke dokter kalau anak anak masih diajak. Aku jawab,”Oke kalau gitu aku sendiri periksa juga ga jadi masalah.” Jawabku sambil ngeloyor masuk mobil dan menyuruh sopirku untuk jalan. Sungguh perbuatan yang tidak layak ditiru. 

Tapi ga lama setelah aku masuk mobil, suamiku nyusul masuk juga. “Hahaha...ngalah juga akhirnya,” batinku. “Begitu saja kok harus ada acara marah marah dulu. Ampuuuun!!!” Jeritku dalam hati. Selama perjalanan, anak anak asyik makan jajan yang dibawa dari rumah dan ga ada yang berantem. QSampai di rumah sakit tujuan aku turun dan daftar ulang seperti biasa. Antrinya lumayan tapi ga terlalu banyak karena memang pasien dibatasi selama pandemi, maksimal 7 pasien dan pengantar cukup 1 orang saja. Jadi selama aku antri, anak anak di mobil ditemani sopirku. 

Setelah selesai kontrol, kami langsung pulang. Batal semua rencana dari awal. Tidak ada drive thru, juga tidak ada kue anniversary yang tersaji. Sungguh aku sangat kecewa. Bukan karena pandemi yang mengharuskan kita di rumah saja, tak bisa makan di resto, jalan jalan ke mall... tetapi karena dianggap tidak penting ulang tahun pernikahan kami tahun ini. Aku menangis sejadinya malam setelah anak anak terlelap. Aku mengadukan isi hatiku pada Rabb ku melalui sujudku, meminta maaf jika apa yang kulakukan tadi adalah salah dan memohon hidayah untukku dan suami agar kami bisa saling memahami satu sama lain, karena pernikahan bukan untuk 5,10 atau 15 tahun saja tapi untuk selamanya. Dan mohon agar aku selalu diberi kesabaran menghadapi suamiku atau orang orang di sekitarku.

Keesokan harinya setelah kutata hati, aku sampaikan maksud dan tujuan kenapa anak anak kekeuh diajak, baru suamiku mengerti dan minta maaf padaku juga pada anak anak. Suamiku berjanji akan mengajak kami semua makan weekend nanti.

“Makanya sebelum marah ada baiknya tanya dulu baik baik, atur nada bicara supaya yang dengar juga enak. Anak anak juga ga perlu dengar orangtuanya marah marah.” kataku pada suamiku.

“Iya iya...maafin ayah ya... ayah janji ga ulangin lagi... weekend nanti kita keluar makan. Terserah kalian yang tentukan mau dimana. Asal jangan yang terlalu ramai orang.” Jawab suamiku bijak.

“Okeee ayah, SIAAAAPPP!!!” Jawabku dan ketiga anakku serempak.

Cerita ini adalah fiksi yang diikutsertakan dalam Lomba Blog Menulis Fiksi “Ulang Tahun” yang diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Semarang Gandjel Rel"




Rabu, 19 Februari 2020

Tips merintis dan mempertahankan usaha Bimbel

    Assalamu'alaikum  sobat Wenies...semoga yang membaca blog Wenie’s senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan dari Allah Subhanahuwata’ala. Aamiin. Di kesempatan kali ini, aku ingin sharing mengenai perjalananku mengelola tempat kursus yang aku beri nama Nafiza Learning Centre. Lembaga non formal ini aku dirikan pada pertengahan tahun 2008. Dan alhamdulillah masih berjalan sampai sekarang aku menulis blog ini. Lembaga ini berlokasi di Taman Aster, Cibitung, Bekasi. Meski aku saat ini berdomisili di kota Semarang, alhamdulillah masih ada pengelola dan tentor yang bisa aku percaya untuk melanjutkan misiku, yakni mencerdaskan generasi penerus bangsa.
 
Spanduk pertama yang terpampang di komplek (Doc.Pribadi)
 
A. Awal mula memulai usaha bidang pendidikan    
    Bercerita sedikit mengenai awal mula berdirinya Nafiza LC. Aku yang terbiasa sibuk dengan pekerjaan kantor saat itu mau tak mau harus resign karena mengikuti suami merantau dari Semarang ke Bekasi setelah menikah. Keseharianku dimulai dengan pekerjaan rumah sebagaimana ibu rumah tangga layaknya. Beberapa bulan di rumah mulai terasa jenuh. Aku berusaha melamar pekerjaan dimana mana, tetapi tidak mendapat ijin suami karena lokasi yang terlalu jauh dari rumah. Aku yang memang belum pernah menginjak kota Bekasi maupun Jakarta agak takut juga pergi terlalu jauh, karena sudah ada tanggung jawab yang lebih penting, yaitu sebagai istri. Untuk sementara aku sibukkan diri dengan mengikuti beberapa pengajian yang diadakan di Masjid maupun rumah tetangga sekitar komplek. Dari pengajian di Masjid, aku dapat beberapa buletin agama. Aku baca satu persatu, daaaan KLIK! aku tertarik dengan salah satu artikel mengenai Metode Baca Cantol Roudhoh yang disitu tertulis membuka kesempatan untuk siapa saja yang ingin membuka unit. Entah kenapa aku tergelitik ingin mengikuti training yang diadakan, padahal aku tidak punya basic menjadi guru atau tentor sekalipun. Aku hubungi nomer telpon yang tertera disitu. Alhamdulillah mendapat respon yang sangat baik. Setelah meminta ijin suami, aku ikuti training yang diadakan 2 hari di kantor cabang Bekasi.
    


B. Tips merintis usaha pendidikan
  1. Luruskan niat dan siapkan modal untuk memulai usaha
       Maksudnya disini kita harus memulai segala sesuatu berdasar keyakinan kita pada Allah SWT. Awali dengan Bismillah, kemudian niatkan untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan generasi penerus yang berakhlak mulia. Karena anggapan kita, guru adalah panutan. Apa yang disampaikan guru akan diingat selalu oleh murid.
 
Bismillah, dengan niat menjadikan anak yang awalnya tidak bisa membaca menjadi fasih membaca dan menulis, aku mulai membuka unit
 
Open House pertama kali di rumah (Doc.Pribadi)
       Entah dorongan dari mana yang meyakinkanku bahwa aku bisa membuka usaha pendidikan ini. Awalnya suami meragukan hal itu karena basic yang aku miliki tidak ada di bidang pendidikan sama sekali. Tapi aku berusaha meyakinkan suami, "Kalau belum dicoba, bagaimana kita tahu hasilnya akan seperti apa." itu yang aku katakan pada suami. Bismillah, dengan niat menjadikan anak yang awalnya tidak bisa membaca menjadi fasih membaca dan menulis, aku mulai membuka unit, tepatnya bulan Mei 2008. Aku persiapkan segala sesuatunya sendiri, dan dimulai dari rumah. Karena aku pikir rumah masih ada tempat kosong yang bisa dimanfaatkan dan bisa menekan biaya pembukaan sekaligus tes pasar apakah memang usaha yang akan aku jalani banyak peminatnya atau justru sebaliknya. Aku bersyukur karena sudah punya target dari beberapa pengajian yang aku ikuti. Rata rata anggota pengajian masih memiliki anak usia PG-SD. Jadi aku cukup memberi brosur dengan sedikit informasi produk yang akan aku launching, kemudian mengadakan Open House otomatis informasi akan tersebar dengan sendirinya dari mulut ke mulut.
 
    2. Aktif kegiatan kemasyarakatan sebagai salah satu media promosi
       Dengan kita aktif mengikuti kegiatan kemasyarakatan, seperti arisan, acara 17an, dll bisa digunakan sebagai media promosi. Karena media promosi yang paling efektif adalah Word of Mouth, informasi dari mulut ke mulut. Terlebih jika sudah ada anak yang menjadi murid, lebih mudah untuk menyampaikan informasi, karena sudah ada testimoni yang disampaikan langsung dari sumber yang membuktikan proses pembelajaran kita efektif.
       Alhamdulillah murid pertamaku sebanyak 7 anak, aku bagi menjadi 2 kelas dan ada juga yang privat. Pertama kali memang agak gugup, karena selain mengajar juga rangkap menjadi administrasi. Tetapi semua terlewati dengan baik. Para wali murid merasa puas dengan program belajarku, karen mernurut mereka efektif. Aku cukup puas dengan tanggapan positif tersebut. Sejak saat itu muridku terus bertambah. Lalu aku berfikir untuk menambah bidang baru, yaitu Jarimatika. Jadi setelah anak anak bisa membaca, mereka lanjut belajar berhitung dengan metode Jarimatika.
 
Murid pertamaku Roudhoh (doc.Pribadi)
         Atas ijin suami, aku mengikuti training Jarimatika, yang dikembangkan oleh ibu Septi Peni Wulandari. Untuk training terbagi menjadi 4 level. Setiap levelnya 2 hari masa training. Antara satu training ke training lainnya harus menunggu kurang lebih 4 bulan. Karena aku pikir dengan bertambahnya bidang pendidikan maka akan bertambah juga murid yang harus aku ampu. Karena itu aku butuh partner untuk membantuku mengajar di 2 bidang ini. Aku rekrut salah satu wali murid yang aku nilai punya motivasi tinggi untuk maju dan belajar. Karena bidang pendidikan butuh kreativitas tinggi supaya murid tidak jenuh dan terus semangat untuk berangkat menuntut ilmu.
 

Murid pertamaku Jarimatika (doc.Pribadi)
Keren kan gaya mereka (doc.Pribadi)

   3. Libatkan tetangga sekitar lingkungan usaha dan juga rekrut guru di salah satu sekolah favorit
       Alhamdulillah berjalan tepat 1 tahun, murid melonjak 4 kali lipat. Dan aku rekrut lagi 2 orang guru dari tetangga terdekat. Kenapa aku pilih mereka yang tidak ada basic pendidikan? Tetangga yang aku rekrut adalah lulusan S1. Mereka adalah ibu rumah tangga biasa. Tetapi aku lihat mereka dekat dengan dunia anak anak, bukan hanya dengan anak sendiri tapi dengan anak siapa saja mereka bisa rangkul. Nah, dari sinilah dasarku merekrut. Karena untuk mengajar baca anak TK, tidak hanya bisa mengajarkan tekniknya, tapi juga bisa memahami dunia mereka. Lagipula untuk bisa mengajar diharuskan mengikuti training terlebih dahulu dan menandatangani kontrak kerja selama kurun waktu tertentu. Untuk Jarimatika yang kemudian berkembang menjadi bimbel matematika, aku rekrut salah satu guru dari sekolah favorit di sekitar Nafiza LC. Dengan demikian bisa menjadi media promosi juga ke sekolah tersebut.
 
Tim pengajar Nafiza tahun 2008-2011 (doc.Pribadi)
        Melihat perkembangan yang begitu pesat, suami akhirnya percaya bahwa aku bisa mengelola usaha pendidikan. Karena tempat yang sudah tidak memadai, akhirnya setahun kemudian, tepatnya tahun 2009, aku dan suami membeli 1 unit rumah yang strategis untuk tempat usaha dan mungkin memang rejeki kami, developer memberi diskon yang cukup lumayan saat itu. Dan, jadilah Nafiza Learning Centre pindah ke tempat yang lebih luas dan strategis. Aku lebih leluasa mengadakan acara yang menjadi salah satu media promosi karena ada tempatnya untuk berkumpul para wali murid.
 
New place of Nafiza Learning Centre (doc.Pribadi)
 
   4. Aktif mengadakan dan mengikuti lomba tingkat internal, Kota maupun Kabupaten
           Salah satu modal kepercayaan wali murid ke tempat bimbingan belajar non formal adalah dengan mengikutsertakan putra putrinya lomba di tingkat Kota maupun Kabupaten, mereka akan antusias mendaftarkan putra putrinya. Di tahun 2008-2010, cabang Roudhoh maupun Jarimatika Kota Bekasi aktif mengadakan lomba yang melibatkan seluruh unit di Bekasi. Kami dari unit sebagai fasilitator untuk para peserta.
Panitia yang terdiri dari Pengelola Unit Roudhoh seluruh Kota dan Kabupaten Bekasi (doc.Pribadi)
 
Jambore Jarimatika Kabupaten Bekasi (doc.Pribadi)
        Selain lomba antar Kota dan Kabupaten, Nafiza LC juga adakan lomba internal, supaya antar murid saling mengenal. Dan juga para wali murid aku adakan lomba dan doorprize juga supaya semangat dan lebih mengenal para pengajar di Nafiza LC.
Lomba internal Nafiza Learning Centre (doc.Pribadi)
 
    5. Adakan pertemuan rutin dengan wali murid minimal 3x dalam satu tahun
       Tujuan diadakan pertemuan ini adalah untuk menyampaikan perkembangan putra putrinya di tempat les dengan peningkatan nilai di sekolah. Dan mengetahui kritik juga saran dari para wali murid. Libatkan mereka dalam setiap acara, sehingga mereka ikut merasa memiliki tempat kursus ini. Dengan demikian, akan mudah bagi kita untuk "meminta" mereka bantu promosikan ke teman teman sekolah.
       Untuk lebih menarik lagi, tidak ada salahnya kita beri free uang SPP selama sebulan bagi mereka yang membawa 3-5 teman untuk bergabung di tempat kita.
 
    6. Adakan kegiatan outing class
        Aku dan tim selama 6 tahun berturut turut mengadakan kegiatan outing ke Kidzania. Karena Nafiza adalah lembaga pendidikan non formal, maka setiap kegiatan jatuh pada hari Minggu. Anak anak selalu antusias setiap kali kami umumkan untuk kegiatan outing. Dan aku yang membawa rombongan anak anak sekolah pastinya mendapat harga tiket masuk yang terjangkau. Dan untuk pendamping (guru) mendapat tiket free setiap kelipatan 10 anak yang dibawa. Lumayan kan? hehehe... Biaya yang kami bebankan ke wali murid sesuai kadarnya, karena mereka mendapat fasilitas berupa Tiket Masuk, Transportasi (kami pakai bis), Kaos dan Lunch. Untuk lama permainan sudah ditetapkan, yaitu 5 jam, dibagi dalam 2 shift, pagi dan sore. Biasanya kami ambil shift pagi, supaya anak anak tidak terlalu malam kembali ke rumah masing masing.
 
Trip to Kidzania (doc.Pribadi)
 
C. Tips mempertahankan usaha
    Sampai saat ini, terhitung sudah 12 tahun aku menjalani usaha pendidikan ini. Selama itu, rotasi pergantian tentor hanya sebanyak 5 kali. Alhamdulillah rata rata mereka komit untuk mengajar. Dan aku memberi kesempatan pada mereka untuk terus maju dengan mendorong mereka meraih pendidikan jenjang lebih tinggi. Walau mereka sudah keluar, tapi kami tetap berkomunikasi dengan baik.
  1. Menguatkan tim internal    
       Saat ini adalah masa kritis dalam mempertahankan Nafiza Learning Centre, karena posisiku yang sudah jauh (Semarang-Bekasi). Jadi aku mengandalkan tim yang aku percaya sejak sebelum aku hijrah ke Semarang. Memang usaha jika bukan kita langsung yang handle, hasilnya diluar ekspektasi. Tetapi alhamdulillah tim Nafiza LC selalu solid. Proud of them.
 
Penampilan terbaru Nafiza LC (doc.Pribadi)
Pentingnya tim yang solid (doc.Pribadi)
 
 
   2. Membuat inovasi baru dalam proses pembelajaran
       Kita berusaha keras supaya tetap bisa bertahan di tengah maraknya tempat bimbel yang baru dengan memunculkan inovasi inovasi baru. Seperti contoh terakhir, pengelola Nafiza LC mengusulkan untuk bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris yang sudah memiliki nama untuk membuka cabang di unit Nafiza LC. Alhamdulillah berjalan walaupun agak tersendat.
 
Kerjasama dengan LPIA (doc.Pribadi)
 
   3. Bekerjasama dengan sekolah sekolah terdekat
      Selain bekerjasama dengan Lembaga lain, kita juga bisa bekerjasama dengan mengadakan ekstrakulikuler di sekolah sekolah wilayah Nafiza LC. Pastinya kita harus persiapkan dana promosi untuk kita bisa mengadakan presentasi ke sekolah tersebut.
 
 
Demikian kiranya Sobat Wenies bisa ambil kesimpulan dari pengalamanku selama 12 tahun mengarungi biduk usaha bidang pendidikan (apaan sih...hehehe). Semoga bermanfaat. Yang tidak bermanfaat lupakan saja. Saya manusia biasa yang selalu salah, hanya Allah lah Pemilik Kebenaran.
 
Wassalamu'alaikum wr.wb.
 
 
 
 


Rabu, 29 Januari 2020

Servis Motor menggunakan aplikasi Bengkel Baik

    Lama sekali saya tidak pernah ke bengkel. Terakhir sepertinya waktu awal awal pindah rumah di Tembalang, sekitar pertengahan tahun 2018. Wow!   
Saat pertama kali ditawarkan untuk servis motor menggunakan aplikasi baru, saya langsung tertarik karena memang motor sudah perlu di servis. Cukup membantu karena kita tidak perlu repot repot ke bengkel hanya untuk booking. Dengan men-download aplikasi di Playstore dengan nama "Bengkel Baik" lalu masukkan kode referal saat mendaftar (info lebih lengkap kunjungi https://bengkelbaik.id). Setelah berhasil masuk, cari bengkel yang terdekat dengan rumah. Untuk proses booking untuk hari berikutnya ya. Ada voucher juga loh yang bisa langsung kita pakai dengan menukar poin yang kita punya. Voucher ini berlaku sampai 3 hari setelah proses booking dilakukan. Ini untuk proses awal sampai proses booking. Saya booking servis motor Beat yang dipakai untuk antar jemput anak anak sekolah di bengkel Danial Motor, Tembalang, karena terdekat dari rumah. Karena fungsinya untuk antar jemput sekolah maka saya namakan motor ini adalah Motor Sekolah. Hehehe...
Danial Motor, Tembalang (Pic.by: Weny)
    Selanjutnya saat hari H servis, datang ke bengkel yang sudah kita pilih, tunjukkan booking kita dari aplikasi. Jadi prioritas loh kalau booking via aplikasi... Oia, untuk menambah poin, di aplikasi ada game yang bisa dimainkan. Jadi kita gak akan boring nunggu motor diservis karena bisa sambil main, poin nambah pula. Poin bisa ditukarkan dengan voucher servis, ganti oli ataupun kopi gratis. Gimana gak asyik tuh aplikasinya...
Prioritas antrian no.1 (Pic.by: Weny)
    Nah, sekarang saya gantian cerita tentang proses servis di bengkel Danial Motor ini. Jujur ya di awal saya agak kaget ternyata bengkel yang ditunjuk tidak se-wah yang dibayangkan. Karena di aplikasi saja ada voucher minuman KopiBaik. Image yang tertanam di benak saya bengkelnya dengan fasilitas ruang tunggu yang memadai, tetapi setelah saya masuk ternyata bengkel "biasa." Karena sang pemilik bengkel responnya cepat dan tanggap, jadi cukup mengurangi kekecewaan saya mengenai image Bengkel Baik.

Beberapa fasilitas yang ditawarkan Danial Motor melalui Bengkel Baik (Pic.by: Weny)
    Pak Iwan, pemilik bengkel, menjelaskan sedikit mengenai harga servis sebesar Rp 65.000,- dan pelayanan yang akan digunakan apa saja, apakah hanya servis ringan atau dengan cek oli. Saya pilih servis ringan dan cek oli sekaligus, karena memang sudah sangat lama sekali tidak tersentuh tangan montir. Huhuhu... Voucher yang saya ambil untuk servis ringan sebesar Rp 25.000,-.  Gak pakai lama, pak Iwan langsung bergerak men-servis Motor Sekolah saya. Sebelum mulai beraksi, pak Iwan memakai rompi bertuliskan Bengkel Baik dulu di belakangnya. Jok motor juga dikasih penutup bertuliskan Bengkel Baik. Jadi dalam proses servis dibedakan antara booking melalui aplikasi Bengkel Baik dengan on the spot, alias langsung datang.
Pak Iwan mengenakan rompi Bengkel Baik sedang bekerja (Pic.by: Weny)
    Pak Iwan sangat detail dalam bekerja. Selama di bengkel, saya lihat beliau memiliki 2 orang karyawan. Dan memang bengkelnya ramai sekali. Setiap setengah atau satu jam sekali pasti ada yang datang. Setiap motor yang masuk langsung diberi nomer sesuai urutan kedatangan. Rata rata mereka yang masuk meninggalkan motor di bengkel. Entah mereka pulang lagi ke rumah atau bekerja dan mengambil motor setelah pulang kantor. Untuk lokasinya sangat strategis, tepatnya di Jalan Banjarsari Raya. Daerah yang ramai karena merupakan jalur alternatif ke arah Sigar Bencah. Kurang lebih 45 menit proses servis saja ditambah ganti oli dan Motor Sekolah saya kebetulan speedometernya mati jadi saya minta sekalian dibetulkan, tambah kira kira 25 menit.

History Transaksi dari aplikasi

    Setelah semua beres, saya minta rincian pembayaran. Ternyata di aplikasi muncul juga di Riwayat. Tidak sulit mengaplikasikannya. Mungkin karena masih baru (Senin, 27 Januari 2020 baru launching dan disosialisasikan. Saya servis Rabu, 29 Januari 2020) jadi beberapa bengkel (termasuk Danial Motor) masih asing dalam pengoperasiannya. Dengan adanya aplikasi Bengkel Baik ini, mau tak mau pemilik bengkel harus punya tablet untuk mengoperasikannya. Jadi ada beberapa pemilik yang masih ragu untuk mendelegasikan tablet ke karyawan jadi di aplikasi masih tertera TUTUP, padahal sebenarnya sudah buka. Hal ini karena pemilik lupa mengubah status atau bahkan tidak mendelegasikan adanya customer yang sudah booking dan harus dilayani saat itu juga. Semoga ke depannya lebih baik lagi dan para pemilik bengkel bisa segera beradaptasi dengan teknologi modern saat ini. Sejauh ini saya cukup puas dengan kualitas pelayanan dari Danial Motor. Maju terus #BengkelBaik karena #SelaluAdaKebaikan dengan #OrangBaik ;).




Kamis, 12 Desember 2019

Ikhlas dalam ukhuwah

   Alhamdulillah aku selalu berpikir setiap langkah dalam kehidupanku diselamatkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dimanapun aku tinggal dipertemukan dengan teman maupun tetangga sholihah yang mengingatkan dan mengajakku pada kebaikan. Semoga pahala dan keberkahan mengalir pada para tetanggaku di Grand Wisata,Bekasi dan Taman Aster. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamin.

Pengajian di Karawang

Seperti sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaiku wa salam :


ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ุนَู„َู‰ ุฏِูŠู†ِ ุฎَู„ِูŠู„ِู‡ِ ูَู„ْูŠَู†ْุธُุฑْ ุฃَุญَุฏُูƒُู…ْ ู…َู†ْ ูŠُุฎَุงู„ِู„ُ
Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat. https://almanhaj.or.id/6786-berkawan-dengan-orang-shalih.html
Sampai Rasulullah mengumpamakan teman sholihah seperti penjual minyak wangi, dengan duduk bersamanya kita akan mendapat ketenangan dengan bau harum minyak wangi dan ikut merasakan manfaat wanginya untuk sekeliling kita. 

MT. Nur Adiba
Saya dengan ibu-ibu sholihah di Grand Wisata membentuk Majlis Taklim yang kami beri nama Nur Adiba yang artinya Cahaya Ilmu, dengan harapan kami selalu haus akan ilmu Allah dan berharap setelah kajian mendapat cahaya dari ilmu tersebut untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 
Proses belajar yang santai membuat kami nyaman
Proses kami dalam mendalami kajian bisa dibilang Sersan alias Serius tapi Santai, karena itu kami merasa seperti saudara yang dipertemukan dalam satu majelis. Sedikit anggotanya memang, tapi alhamdulillah solid. Dan kegiatan kami ga monoton hanya pengajian saja, tapi juga sesekali lunch bersama atau buka puasa bersama di basecamp salah satu penggerak kajian di cluster yang rumahnya memang nyaman untuk tempat ngumpul.

Lunch bersama di basecamp


Harus Berpisah

Kebahagiaan karena kebersamaan saya dengan MT.Nur Adiba di Grand Wisata harus berakhir karena saya bersama keluarga pindah ke kota kelahiran saya. Tetapi insyaallah silaturahmi kami selalu terjaga karena Allah. Sungguh saya sangat bersyukur telah dipertemukan dengan mereka. Jauh dari keluarga tetapi justru saya mendapat keluarga baru lebih banyak di perantauan. Insyaallah ilmu yang kami pelajari bersama akan mendudukkan kembali kami dalam kebersamaan nanti di JannahNya. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamin. 

Kebersamaan yang indah